Saturday, March 30, 2019

Hati Dan Politik

Hati diam dan membeku tidak berbisik,
Riak gelombang besar menghayunkan perahu hati yang tenang & teduh.
Riak - riak itu terus menghayun tanpa ampun, membuat hati menangis tersedu sedu,
Hati mencari pelabuhan namun hampa dan lagi lagi hampa.

Hati terus merongrong untuk berlabuh, tapi arus politik bergelombang besar tanpa pilih kasih dan selalu menyerang dengan badai dan petir.
Politik terus berjalan memaksa tanpa henti henti harus di ta'ati tiada dispensasi.
Gerakan politik adalah gelombang besar, dimana hati harus diam dengan mengedepankan undang undang dan aturan sebagai jalan.

Tapi, hati dan politik harus searah, berlabuh dalam ombak yang menghantam bertubi tubi, tanpa nahkoda hati dan politik akan selalu menjadi korban ditelan gelombang tanpa belas kasihan.

Jakarta, J.W.Marioot Kuningan.
Sabtu, 30 Maret 2019. ( 11.00 )

Friday, March 29, 2019

Selamat datang M.Yusuf Ammar

14.24 tangisan mu jelas terdengar indah,
Abi gemetar dan terharu.
Kedatanganmu ditunggu oleh Muhammad Azzamy Sava Abang mu yang selalu menanyakan tentang kehadiran mu.

Kepada Allah Abi dan Ummi serta berdoa semoga M.Yusuf Ammar selamat iman, dunia dan akhirat.

Menjadi teladan yang baik untuk agama, keluarga dan bangsa.

Beumetuwah Aneuk lon M.Yusuf Ammar

Monday, August 06, 2018

Tulus Dan Ikhlas

Ujian Allah datang bukan tanpa sebab musabab,
tabah dan sabar serta ikhlas adalah kunci meraihnya.
Tiada satupun makhluk terlepas dari ujian sang KHALIQ,
sehebat dan sebesar apapun kerajaan yang dimiliki ujian tetap berlaku.

Pernahkah kita sadar akan tawa dan tangisan yang merupakan awal dari ujian yang kecil,
penderitaan jiwa dan raga sebuah isyarat bahwa itu ujian.
Kenikmatan dan kehormatan jua ujian,
kesenangan dan penderitaan adalah ujian.

Jangan lalai dan sombong dengan segala yang kita miliki,
cukupkan syukur dengan puji pujian kepada NYA,
semuannya akan cukup..
DIA pastikan cukup..
was - was dan khawatir adalah ujian tulus dan ikhlas.

Saturday, August 04, 2018

Kekuasaan dan Tuhan

Terkadang tertawa ntah dimana letak leluconnya,
menangispun tidak berarti sedih.
entah apa yang menjadi landasan dua sisi yang saling menyapa,
diam dan harus berbicara fakta atau dusta semata.

Jika dunia sementara lalu dimana letaknya kekekalan?
apakah kita bisa memastikan hari esok dan seterusnya milik kita,
bisakah kita memastikan kerajaan kita akan abadi dan kekal,
sadarkah kita bahwa dunia adalah bentuk ujian meraih istana nanti.

Menggapai impian kekuasaan harus memiliki adab dan batas,
tidak semuanya harus di taklukkan dengan intan permata,
Tuhan tidak pernah tidur,
apakah kita sadar dan tau akan itu?

Kekuasaan adalah amanah sementara,
semuanya wajib dipertanggungjawabkan,
melawan Allah bukanlah melawan kerajaan yang sementara,
namun itu awal kehancuran dan malapetaka bagi seluruh makhluk yang ada,
jiwa - jiwa yang mencoba dan berani membeli hukum tuhan celakalah tempatnya.

Semua insan butuh harta dan benda,
tapi jangan pernah berurusan dengan sang Khaliq,
sehebat apapun kita, sekaya dan setenar apapun,
jika Allah berkehendak semuanya akan binasa.

Kekuasaan adalah amanah Allah,
Allah adalah penguasa jagad yang sempurna.
takutlah akan murkaNYA bukan malu dengan aib dunia.